Selasa, 06 April 2010

BENARKAH ALKITAB ITU FIRMAN TUHAN

Sebagian orang dalam zaman ini dengan berbagai alasan kini sedang meragukan isi Alkitab. Ada orang yang melihat kepada Alkitab itu dengan pandangan yang kritis, namun dengan hati yang jujur ingin mencari kebenaran dari dalamnya. Lain pula orang yang melihat kepada Alkitab dengan maksud hanya mencari kesalahan semata-mata.
Adapula orang yang secara langsung menarik kesimpulan bahwa Alkitab itu hanyalah tulisan manusia belaka! Dengan penuh rasa curiga sebagian orang tidak mau menerima Alkitab, dengan alasan karena Alkitab telah mengalami banyak perubahan dengan terjemahan-terjemahan di dalam berbagai bahasa di dunia ini.
Alkitab telah menjadi pokok persoalan sejak berabad-abad lamanya, dan hingga sekarang ini. Beberapa pertanyaan masih terus dilancarkan orang terhadap Alkitab itu. Apakah sebenarnya Alkitab itu ? Dari manakah sumber asli tulisan-tulisan Alkitab itu ? Benarkah Alkitab itu firman Allah ? Bagaimanakah firman itu disampaikan kepada manusia ? Apakah gunanya Alkitab itu bagi manusia ?
Untuk mendapatkan kesimpulan tentang kebenarnannya Alkitab sebagai firman Allah maupun kesimpulan tentang segala keragu-raguan orang terhadap Alkitab itu, kita perlu menyelidiki Alkitab itu sendiri dengan keyakinan dan dengan hati yang jujur. Langkah pertama yang harus kita laksanakan ialah menyelidiki apa yang dikatakan oleh Alkitab itu menurut otoritasnya sendiri.

1. APAKAH ALKITAB ITU ?

Alkitab itu telah dikenal sebagai satu buku yang terus-menerus menjadi pokok perdebatan di kalangan banyak orang. Namun Alkitab itu sendiri menerima segala tantangan dari berbagai pihak dan menyatakan dirinya sesuai dengan kebenaran yang terdapat di dalamnya.
Sebenarnya Alkitab yang kita kenal sekarang ini bukanlah terdiri dari satu buku saja, melainkan adalah suatu koleksi dari buku-buku, tulisan-tulisan dan surat- surat, yang semuanya berjumlah 66 buah. Alkitab itu terdiri atas dua bagian yang masing-masing disebut "Perjanjian Lama" dan "Perjanjian Baru". Perjanjian Lama terdiri dari 39 buku dan Perjanjian Baru 27 buku. Sebenarnya Alkitab itu adalah buku tua. Pembagian yang dibuat antara "Perjanjian Lama" dan "Perjanjian Baru" ditulis sesudah Kristus. Tidak kurang dari 40 orang yang telah menulis Alkitab itu, dan mereka adalah orang-orang yang menjadi jurubicara Allah, walaupun mereka itu datang dari berbagai tingkat kehidupan. Nabi-nabi, raja-raja, petani, nelayan, gembala, dokter, pemungut cukai. Ada yang berpendidikan tinggi ada pula yang tidak berpendidikan.
Jangka waktu yang digunakan untuk menulis Alkitab itu dari buku pertama sampai buku terakhir, adalah sekitar 1600 tahun, yaitu diperkirakan bahwa buku pertama ditulis pada tahun 1400 S.M. dan buku terakhir ditulis pada tahiun 100 M.
Allah telah berbicara kepada penulis-penulis firman-Nya, dalam bahasa mereka sendiri, dan pekabaran-Nya itu tidak bertentangan. Sebelum diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, naskah- naskah Alkitab itu telah ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram untuk Perjanjian Lama dan bahasa Yunani untuk Perjanjian Baru.
Biasanya tulisan dari penulis-penulis yang berbeda latar belakang kehidupan dan pendidikan, tidak akan sesuai satu dengan yang lain bahkan terdapat pertentangan-pertentangan. Apalagi jika penulis-penulis itu hidup bukan dalam satu waktu di satu tempat melainkan di tempat yang berbeda-beda, dalam jangka waktu yang berabad-abad lamanya. Hal itu pasti terjadi dengan tulisan-tulisan yang lain. Tetapi tidak demikian halnya dengan Alkitab. 66 buku ditulis oleh 40 penulis yang berbeda-beda, dalam jangka waktu 1600 tahun, Alkitab itu sesuai satu dengan yang lain dan sempurna, tidak terdapat pertentangan!
Inilah satu bukti bahwa tulisan-tulisan Alkitab bukanlah ditulis secara kebetulan saja menurut kemauan penulis itu sendiri.

2. ALLAH BERBICARA KEPADA MANUSIA

Orang bertanya, apakah maksudnya Alkitab itu ditulis ? Dari manakah sumber asli tulisan Alkitab itu ? Benarkah Alkitab itu firman Allah ?
Sebenarnya manusia dapat mengenal Allah dalam alam ciptaan yang menyatakan kepada kita tentang kebesaran dan kemahakuasaan-Nya. Matahari menceritakan kemuliaan Allah, bulan dan bintang-bintang serta segala planet menyatakan tentang kebijaksanaan Allah, bahkan bunga-bunga dan rumput di padang menyatakan tentang cinta-Nya. Namun demikian, kita bertanya, pernahkah Allah bicara kepada manusia secara langsung dalam bahasa manusia itu sendiri ? Jelas bahwa dalam segala zaman Allah telah memilih manusia tertentu menjadi penulis-penulis bagi Allah. Melalui hamba-hamba yang dipilih-Nya inilah Allah menyatakan kepada manusia, tentang Diri-Nya sendiri, kuasa-Nya, cinta- Nya kepada manusia berdosa dan rencana keselamatan yang telah disediakan-Nya.
Alkitab adalah buku yang besar yang dapat menjawab segala rahasia kehidupan manusia dan di dalam Alkitab inilah Allah menyatakan pula rencana-Nya dan kehendak-Nya bagi manusia. Alkitab buku pedoman untuk menuntun manusia kepada hidup kekal.
"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kita-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku." Yohanes 5:39.

3. SUMBER TULISAN-TULISAN ALKITAB

Salah satu ulasan yang dikemukakan orang atas keraguan dan penolakan mereka terhadap Alkitab, yang tercakup di dalamnya Taurat, Zabur, dan Injil, ialah menurut ulasan itu bahwa aslinya tidak ada lagi, dengan dalil bahwa terjemahannya yang dibuat oleh banyak penulis telah menyebabkan Alkitab itu bukan lagi sebagai wahyu dari Allah. Sangat disayangkan orang yang ragu-ragu itu pun tidak dapat bertanggung jawab atas dalilnya itu, karena ia sendiri tidak dapat menunjukkan kesalahan Alkitab dibandingkan dengan yang aslinya!
Kalau demikian, apakah sebenarnya sumber tulisan Alkitab itu ? Apakah Alkitab itu berasal daripada Allah ataukah hanya dari manusia ? Alkitab menjawab sebagai beikut, "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." 2 Petrus 1:21. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." 2 Timotius 3:16.
"Setelah pada zaman dulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi." Ibrani 1:1.
Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa, "Tuliskanlah semuanya ini dalam sebuah kitab sebagai tanda peringatan." Keluaran 17:14.
"Kemudian Samuel menguraikan kepada bangsa itu tentang hak-hak kerajaan, menuliskannya pada suatu piagam dan meletakkannya di hadapan TUHAN." 1 Samuel 10:25.
"Ambillah Kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu mengenai Israel, Yudea dan segala bangsa, dari sejak Aku berbicara kepadamu, yakni dari sejak zaman Yosia, sampai waktu ini." Yeremia 36:2.
Berdasarkan ayat-ayat di atas ini jelaslah bahwa Allah Sendirilah yang menjadi sumber dari Alkitab, walaupun itu ditulis oleh tangan manusia. Kebenaran yang terdapat dalam firman itu, adalah berasal dari Allah, namun diucapkan dan disampaikan melalui manusia.
Perlu pula diketahui bahwa untuk menyelidiki Alkitab, harus dimengerti bahwa dalam " Perjanjian Lama" terdapat Taurat, yang dikenal pula sebagai lima buku Musa atau Pentateuch. Kemudian ada pula buku-buku sejarah, yaitu dari Yosua sampai Ester. Buku-buku syair dari Ayub sampai Amsal Salomo. Buku nabi-nabi besar, dari Yesaya sampai Daniel kemudian nabi-nabi kecil dari Hosea sampai Maleakhi. Dalam Perjanjian Baru, terdapat pula buku-buku sejarah yaitu empat injil, dan Kisah Para Rasul. Kemudian surat-surat yang ditujukan kepada gereja-gereja Kristen yang ditulis oleh para rasul dan akhirnya satu buku nubuatan, dalam Perjanjian Baru yaitu buku Wahyu.

4. BENARKAH ALKITAB ITU FIRMAN ALLAH

Tidaklah sulit untuk mendapatkan bukti-bukti bahwa Alkitab itu sesungguhnya firman Allah ! Hanya Alkitab saja yang meberitahukan tentang asal-mula nya dunia ini dan manusia. Alkitab membuka tabir sejarah bangsa-bangsa. Dalam kritik-kritik yang dilancarkan terhadap Alkitab, dikatakan bahwa dari nama orang, kota, peristiwa yang tersebut dalam Alkitab itu tidak benar. Tetapi sejak lebih seratus tahun lalu para ahli sejarah purbakala (arkeologist), telah mencari tempat-tempat menurut petunjuk Alkitab sebagai firman Allah, dan menggali tanggul-tanggul untuk mendapatkan peninggalan-peninggalan zaman purbakala. Di sanalah mereka menemukan reruntuhan kota-kota kuno yang telah tertimbun beribu-ribu tahun lamanya. Mereka menemukan berbagai bejana, alat-alat kuno, perabot-perabot, gulungan-gulungan surat, segala sesuatu yang menceritakan tentang cara hidup dan kebudayaan masyarakat di zaman purbakala itu. Semuany a, sesuai sekali dengan ayat-ayat Alkitab. Dengan demikian para ahli sejarah tidak dapat membantah lagi kebenaran Alkitab itu. Mereka percaya dan lebih lanjut lagi, mereka menggunakan Alkitab itu menjadi petunjuk yang membantu mereka mengadakan penggalian-penggalian kota-kota kuno untuk kepentingan ilmu pengetahuan modern.
Alkitab penuh dengan bukti-bukti sejarah, yang jelas menyatakan bahwa Alkitab itu benar adanya. Apabila Alkitab itu dibaca dengan saksama dan kemudian kita sesuaikan dengan sejarah, maka kita akan mendapatkan bukti bahwa sejarah membenarkan Alkitab.
Dari segi ilmu pengetahuan kita menemukan pula, kebenarannya Alkitab. Di satu pihak tidak selalu teori-teori ilmu pengetahuan dan filsafat itu sejalan dengan Alkitab, tetapi dalam banyak hal, fakta-fakta mutlak apa yang diajarkan oleh ilmu pengetahuan modern, sebenarnya sudah dijelaskan dalam Alkitab.
Jauh sebelum manusia mengetahui bahwa dunia ini bulat, lebih 2000 tahun sebelumnya Allah telah memberitahukan kepada nabi Yesaya, "Dia yang bertakhta diatas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang, Dia yang membentuk langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman ! " Yesaya 40:22.
Salah satu naskah Alkitab, yaitu salinan lengkap buku Yesaya, telah ditemukan pada tahun 1947, di dalam gua batu gunung Wadi Qumran, Laut Mati, sehingga naskah itu dinamakan "Dead Sea Scrolls". Menurut ahli purbakala naskah itu dibuat pada tahun 100 S.M. dan 100 M. sebelumnya para pengritik telah menyerang Alkitab, khususnya tulisan-tulisan buku Yesaya dengan dalil bahwa buku Yesaya menunjukkan gaya bahasa yang ditulis sekitar tahun 600-900 M. dan ditulis oleh beberapa orang, bukan oleh Nabi Yesaya. Tetapi dengan penemuan Dead Sea Scrolls itu, maka segala dalil dan kritik itu hilang. Para ahli menguji salinan naskah buku Yesaya itu dan membuktikan bahwa umur naskah itu jauh lebih tua daripada waktu yang mereka pikirkan. Sekali lagi para pengritik harus membenarkan Alkitab.
Kita dapat sebutkan banyak lagi penemuan-penemuan ahli sejarah purbakala, yang semuanya membenarkan Alkitab, misalnya, penggalian di Gibeon, "negeri yang besar" yang dijelaskan dalam Yosua 10:2. Dalam tahun 1955, penggalian kota Gibeon dilakukan dan telah diketemukan pada bekas kota itu saluran air yang besar, sebagai cara penyimpanan air bagi rakyat Gibeon apabila kota dikepung musuh. Juga diketemukan keping-keping bejana dengan tulisan Gibeon, yang tepat sekali dengan cerita dalam Yosua 9:3-27.
Bacalah hasil penggalian daerah kuno, Menara Babel, Nimrod, Niniwe, kota Babel di Mesopotamia, dan kota-kota di Palestina. Gibeon, Mizpa, Silo. Begitu pula penggalian di Gunung Gerizim di tanah Moab dan Amori, Gilead, Petra dan banyak lagi bukti yang membenarkan tulisan-tulisan Alkitab.
Para arkeolog tidak pernah menemukan surat-surat atau buku-buku "baru" selain aripada apa yang kini terdapat dalam Alkitab. Pula para arkeolog tidak dapat menggunakan buku lain, selain daripada Alkitab, untuk membantu mereka melakukan penggalian-penggalian pening galan sejarah purbakala itu. Seandainya tulisan-tulisan Alkitab sudah dipalsukan orang, maka usaha para arkeolog akan sia-sia adanya, dan bukti-bukti yang ada sekarang, pasti tidak dikete mukan.
Dari segi nubuatan, Alkita berdiri unggul karena firman Allah yang telah tercantum di dalamnya, pasti terjadi. Kita pelajari beberapa dari nubuatan itu. Keruntuhan kerajaan Babel diumumkan sebelum terjadi, masing-masing oleh nabi Yeremia dan Nabi Yesaya. (Yeremia 51:53 dan Yesaya 13:19). Koresy, panglima tentara Media-Persia yang mengalahkan Babel, sebelum ia dilahirkan namanya sudah disebutkan dalam Yesaya 45:1-4. Demikian pula nasib bangsa Yahudi telah diumumkan dalam buku Imamat 26 dan buku Ulangan 28. Bacalah Imamat 26:31-34.
Hanya Allah yang mengetahui dengan pasti segala sesuatu yang akan terjadi kemudian baik terhadap diri seseorang, atau terhadap satu kaum dan bangsa bahkan apa yang akan menimpa dunia. Mengetahui lebih dulu segala peristiwa yang akan terjadi di waktu mendatang adalah sifat yang dimiliki hanya oleh Allah saja.

5. APAKAH MANFAATNYA ALKITAB BAGI MANUSIA ?

Alkitab adalah buku Allah. Dalam sifatnya yang rohani, Alkitab memiliki kuasa yang tidak terdapat di dalam buku lain. Ini disebabkan karena sumber inspirasinya adalah dari Allah sendiri. Seorang penulis firman Allah berkata, "Roh Tuhan berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku." 2 Samuel 23:2.
Lebih lanjut, kuasa firman Allah itu dinyatakan pula oleh Daud, seorang penulis, "Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya segala tentaranya." " Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi, Dia memberi perintah, maka semuanya ada." Mazmur 33:6,9.
Jika firman Allah penuh dengan kuasa dalam menjadikan semesta alam sekalian, apakah yang akan terjadi dalam kehidupan seseorang yang menerima firman Allah itu ?
Daud berkata, " Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau." Mazmur 199:11. Firman Allah adalah pelindung kita dan pertahanan kita terhadap dosa. Alkitab, Firman Allah adalah kuasa yang dapat menolong kita apabila kita digoda untuk berbuat kejahatan dan dosa. Jika ada satu keperluan yang terbesar bagi manusia, ialah keperluan untuk mendapat kuasa mengatasi dan mengalahkan dosa !
Alkitab berkuasa untuk mengubah kehidupan manusia. Bagi yang berduka, kecewa dan putus asa, diberikannya penghiburan, pengharapan, dan keberanian. Yang sombong diajarnya kerendahan hati, yang kasar menjadi berbudi-pekerti. Yang bermusuhan menjadi bersahabat yang saling mengasihi. Pria dan wanita yang rusak hidupnya, dengan firman Allah menjadikan mereka manusia baru.
Huxley seorang skeptis akhirnya mengakui Alkitab dengan perkataan berikut, ‘Aku selalu sangat menyukai pendidikan sekular, dalam arti pendidikan tanpa agama, namun aku harus mengakui bahwa tidak kurang kesulitan yang serius untuk mengetahui hal-hal keagamaan yang berguna yang menjadi dasar tingkah laku yang penting, yang harus dipelihara, dalam keadaan kekalutan pikiran tentang soal ini, tanpa menggunakan Alkitab. Aku menghargainya sebagai satu bukti bahwa seorang anak berumur lima atau enam tahun dibiarkan menurut akalnya sendiri, akan menjadi sangat tertarik kepada Alkitab dan mendapatkan makanan moral yang terbaik dari dalamnya." – Contemporary Review, Desember 1870.
Melebihi dari segala sesuatu, maka Alkitab itu adalah menjadi pedoman untuk kehidupan yang kekal.

0 komentar:

Poskan Komentar