Selasa, 06 Juli 2010

RENCANA KESELAMATAN

Sejak dosa masuk ke dalam dunia dengan menjatuhkan manusia yang pertama di Taman Eden, dunia terus mengalami berbagai kekacauan. Manusia baik secara fisik, mental dan spiritual menjadi gelap dan rusak. Pengalaman setiap hari seolah-olah tenggelam dalam segala penderitaan, penyakit dan akhirnya kematian. Manusia dengan hati yang lapar, pikiran yang haus, rohani yang hancur itu berdiri tidak berdaya mencari sesuatu yang dapat memberikan pengharapan.
Dari manusia yang primitif sampai kepada manusia dalam zaman peradaban modern, mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan, bilakah dunia ini akan menjadi lebih baik ? Dapatkah manusia dibebaskan dari penderitaan, penyakit dan kematian ? Apakah ada jalan keluar bagi manusia untuk menikmati kehidupan yang tenang, bahagia, tanpa rasa takut ? Adakah sesuatu pengharapan bagi manusia untuk kehidupan yang lebih menjamin ?
Dunia memerlukan suatu kuasa yang dapat mengalahkan kuasa Setan agar manusia tidak lagi menjadi pelanggar hukum Allah dan menderita karena segala akibat dosa, melainkan dapat berdiri sebagai manusia yang taat menurut perintah Allah.
Allah telah menyatakan diri-Nya sebagai Allah Yang Mahakasih. Ia telah berjanji akan membebaskan manusia dari kutukdosa.

1. JANJI PENGHARAPAN

Ketika Allah datang kepada Adam di Taman Eden setelah mereka berdosa, maka kepada mereka dan kepada ular itu Allah berfirman, "Aku akan mengadakan permusuhan antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." Kejadian 3:15
Bagi kebanyakan orang bunyi firman ini agak sulit dimengerti, tetapi kesimpulannya, ialah bahwa satu perjanjian langsung diberikan oleh Allah, yaitu keturunan Adam dan Hawa akan meremukkan kepala Setan itu walaupun dikatakan bahwa Setan akan meremukkan tumitnya. Ini adalah satu perjanjian kemenangan di pihak keturunan Adam dan Hawa, satu janji pengharapan.
Lebih jauh lagi, dalam firman Allah itu mengandung pula suatu ketentuan bahwa akan terjadi "permusuhan", peperangan atau perseteruan antara anak-anak Adam dan Hawa di satu pihak dengan anak-anak Setan di lain pihak. Dengan lain perkataan permusuhan itu terjadi di antara pengikut yang setia kepada Allah, dengan mereka yang memilih menjadi pengikut setan. Apa yang dikatakan oleh Allah kepada Setan pada waktu itu, ialah "bahwa ia akan meremukkan kepalamu" berarti bahwa pada suatu hari kelak keturunan Hawa akan membinasakan pengaruh kekuasaan Setan. Sementara itu perjanjian Allah bagi umat yang berdiri di pihak Allah, ialah bahwa Allah akan memenangkan perseteruan keturunan Adam dan Hawa dengan Setan itu.
Disinilah untuk yang pertama kali, Adam dan Hawa melihat satu sinar cahaya pengharapan. Sebenarnya mereka telah memilih mengikuti Setan, dan melawan Allah. Hukuman mereka sudah pasti, karena telah memusuhi Allah, tetapi justru pada waktu itulah Allah datang kepada mereka dan memberikan perjanjian itu ! Adam dan Hawa sangat merindukan terwujudnya perjanjian itu, yaitu bahwa keturunan mereka akan meremukkan kepala Setan, dan kemenangan atas dosa akan dimiliki. Mereka menantikan dengan cemas tibanya perjanjian itu.

2. JANJI PENGHARAPAN DIGENAPI

Kita dapat mengerti bagaimana kerinduan Adam dan Hawa menantikan kelahiran anak mereka yang pertama. Mungkin sekali mereka mengira bahwa anak itulah yang akan menggenapi perjanjian bahwa "benih perempuan" akan meremukkan kepala Setan. Mungkin sekali apabila anak itu menjadi besar ia akan membinasakan pengaruh Setan itu, sehingga manusia boleh mendapatkan kembali kebahagiaan dan kesempurnaan sejati.
Tetapi anak mereka yang pertama itu ternyata bukan Anak Perjanjian, demikian pula dengan anak-anak yang dilahirkan kemudian. Waktu untuk menunggu ternyata lama sekali. Dari satu generasi ke generasi yang berikut, umat Allah terus memandang dan menantikan perjanjian itu. Mereka berdoa untuk itu dan setiap ibu dalam keluarga umat Allah di zaman nabi-nabi sudah tentu memiliki kerinduan dan harapan bahwa kenungkinan anak yang akan dilahirkannya adalah Anak Perjanjian itu !
Namun perjanjian itu belum juga kunjung datang. Bukan mustahil jika banyak dari antara umat Allah pada waktu itu yang menjadi goncang imannya dan hilang pengharapannya. Sementara itu lebih banyak lagi yang tetap percaya akan perjanjian itu, walaupun mereka harus mati tanpa melihat sendiri perjanjian itu.
4000 tahun lamanya umat Allah menunggu dengan setia dan tetap yakin akan datang perjanjian itu yang akan meremukkan kepala Setan, yaitu seorang Juruselamat.
Pada suatu malam di atas bukit-bukit Yudea di Palestina, terjadilah peristiwa yang bersejarah dan yang bersifat menentukan bagi keselamatan manusia. Di atas bukit-bukit inilah, ketika gembala-gembala yang berbakti kepada Allah sedang menjaga kawanan domba mereka, tiba-tiba keadaan menjadi terang-benderang seperti siang hari. Mereka memandang peristiwa itu dengan tercengang serta menantikan apa yang terjadi.
"Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa, hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu, kamu akan menjumpai seorang Bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara surga yang memuji Allah, katanya "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." Lukas 2:9-14.
Inilah pekabaran yang maha indah yang pernah disampaikan kepada manusia dan untuk manusia. Juruselamat dunia sudah lahir! Perjanjian bahwa manusia yang sudah berdosa yang melawan Allah, yang harus mati akan diampuni dan memperoleh kehidupan, kini sudah digenapkan oleh kelahiran-Nya Kristus Juruselamat.
Sebenarnya, jauh sebelum kelahiran Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia, banyak nabi-nabi oleh ilham Roh Kudus telah menubuatkan tentang Dia, tentang tugas-Nya dan kebesaran-Nya.
"Ia akan melahirkan Anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Matius 1:21.
Melalui Nabi Yesaya, Allah mengatakan "Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." Yesaya 7:14.
"Sesungguhnya seorang dara akan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel." Matius 1:23.
Jadi keterangan di atas jelaslah bahwa kelahiran Yesus itu bukanlah suatu kelahiran yang biasa melainkan suatu penjelasan suci dengan tujuan yang suci pula. Bayi Yesus adalah Bayi yang datang-Nya dari surga.
Oleh karena dosa maka manusia telah kehilangan kemuliaan Allah. Manusia secara fisik, mental spiritual menjadi rusak dan kematian adalah akibat dari perbuatan dosa, karena semua mausia harus mati, tetapi dengan datangnya Yesus Kristur, Juruselamat, maka manusia yang percaya kepada-Nya akan memperoleh selamat.

3. KASIH ALLAH DINYATAKAN DALAM YESUS KRISTUS

Sebenarnya sejak zaman Yesus Kristus hingga zaman modern ini banyak orang yang walaupun mengakui dia telah dilahirkan ke dunia ini dengan kuasa Roh Suci, ada yang hanya menganggap bahwa Yesus Kristus sebagai seorang yang terbesar, dan terbaik, di antara manusia yang pernah hidup di dunia ini. Ada orang yang tetap memuja Yesus Kristus tetapi mempunyai keyakinan bahwa Dia hanyalah manusia biasa saja, sementara orang lain, seperti murid-muridNya dahulu, menyatakan bahwa Yesus Kristus, adalah Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat.
Kehidupan Kristus di atas dunia ini bukanlah suatu permulaan dari kehidupanNya, karena Yesus sendiri berkata, "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku." "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Yohanes 8:42,58
Untuk menyatakan diri-Nya kepada manusia dan tentang asal-usulNya sendiri, maka Ia di dalam mengucapkan doa-Nya kepada Allah, menyatakan "Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu Sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada." Yohanes 17:5.
Jelaslah disini bahwa kehidupan Kristus bukanlah dimulai pada kelahiran-Nya didunia ini. Kelahiran-Nya di dunia ini adalah suatu kenyataan daripada kasih Allah kepada manusia dalam dunia yang telah berdosa ini agar mereka beroleh selamat.
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16.
Di dalam Yesus Kristus, Allah menyatakan kasih-Nya kepada manusia, agar barang siapa yang percaya akan Dia berolah selamat. Di dalam Yesus Kristus pula, manusia yang telah jatuh ke dalam dosa dan permusuhan dengan Allah, mendapatkan jalan perdamaian.
"Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan Diri-Nya dan yang mempercayakan pelayanan perdamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami." II Korintur 5:18,19.

4. KRISTUS PENGAHARAPAN DUNIA

Tidak ada jalan lain bagi manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk kembali kepada Allah, melainkan melalui seorang Juruselamat! Pikirkanlah, nasib apa yang menimpa manusia yang sudah ditentukan harus dihukum mati karena perbuatan dosa, jika tidak ada Juruselamat ? Manusia berdosa tanpa Juruselamat, berarti tidak mempunyai suatu pengharapan !
Mustahil bagi manusia yangberdosa itu mencari jalan sendiri untuk keampunan dosanya dan keselamatan bagi dirinya sendiri. Firman Tuhan berkata, "Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya ? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat ?" Yeremia 13:23.
"Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk ! Mereka meninggalkan Tuhan, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia." "Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat, bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak." Yesaya 1:4,6. Dr. Kier Gerard, seorang ahli filsafat, dalam bukunya, Sickness unto Death, menyatakan, "Manusia telah dilahirkan dan mati dalam dosa. Ia tidak dapat berbuat sesuatu terhadap dirinya kecuali hanya untuk membinasakan dirinya sendiri."
Oleh karena manusia tidak berdaya untuk menyelamatkan diri sendiri dari dosa maka manusia memerlukan seorang yang dapat menyelamatkan mereka dari dosa, yaitu seorang yang mempunyai kuasa –terhadap setan dan seorang yang kehidupannya tidak berdosa. Mustahil seorang yang hidupnya penuh dosa menjadi juruselamat bagi sesama manusia yang berdosa pula. Tidak ada seorangpun yang dapat, nabi-nabi pun tidak.
Jika demikian siapakah yang sanggup mejadi juruselamat bagi manusia berdosa ? Kata Yesus kepadaNya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." Yohanes 14:6.
Tidak ada jalan lain yang telah disediakan Allah bagi umat manusia untuk mendapat keselamatan melainkan melalui Yesus Kristus.
"Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu, Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan." Kolose 1:27.

5. RENCANA KESELAMATAN MANUSIA DIGENAPKAN

Kenyataan dari ayat-ayat Kitab Suci bahwa Yesus Kristus itu adalah suatu hal yang fundamental. Pengertian ini tidak dapat dipisahkan dari pada kelahiran-Nya, tugas-Nya darn arti daripada kematian-Nya di Golgota.
"Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun dari sorga yang mengatakan, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Matius 3:16,17. Inilah pernyataan langsung dari Allah Sendiri.
Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Yohanes 1:29.
Penghulu laskar tentara Roma pun dengan segala anak buahnya ketika menyaksikan peristiwa gempa bumi yang terjadi pada hari kematian Yesus, mengakui "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." Matius 27:54.
Ada orang yang masih meragukan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ada yang masih menuntut bukti-bukti tulisan sejarah tentang Yesus Kristus. Sejarah membuktikan bahwa Pliny yang pada waktu itu menjadi kepala daerah Bitinia jajahan Roma, menulis kepada Kaisar Roma Trayan, pada tahun 110 STM melaporkan tentang satu golongan yang menarik perhatian, yaitu golongan Kristen. Ia menjelaskan tentang perkembangan cepat dari golongan ini dan bagaimana mereka berkumpul, dan menyanyi lagu-lagu yang disusun oleh pemimpin mereka yaitu Kristus.
Tacitus seorang penulis sejarah yang lain lagi, menceritakan bagaimana kebencian Kaisar Nero terhadap orang Kristen, dan menganiaya mereka ketika kota Roma terbakar. Ia menjelaskan bahwa istilah Kristen berasal dari "Kristus", yaitu orang yang telah dihukum mati oleh Pilatus, penguasa Daerah Yude, di bawah pemerintahan Tiberius.
Sultonius, seorang ahli sejarah Roma dalam bukunya yang menceritakan tentang Nero dan Claudius, telah menjelaskan pula bahwa Caludius membenci orang Kristen dan mengusir mereka dari kota Roma. Dalam tulisannya ia mencantumkan pula nama Kristus.
Lebih lanjut Kitab Suci menjelaskan bahwa untuk menyelamatkan manusia dari dosa, "Tetapi Dia tertikam oleh karena pemberontakkan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepada-Nya, dan oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh."
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian." Yesaya 53:5,6.
Perhatikanlah, bahwa Yesus harus menanggung sengsara, menanggung dosa manusia, agar kita diselamatkan. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." 2 Korintus 5:21.
Apakah yang dapat kita simpulkan dari penjelasan-penjelasan di atas ini ? Kesimpulannya ialah bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat, bahwa Ia mempunyai kuasa untuk menyelamatkan manusia dari dosa, dan Ia rela mengorbankan diri-Nya untuk menebus manusia.
Di Golgota Yesus telah disalibkan, dan mati, walaupun Pilatus menyatakan, "Aku tidak mendapati kesalahan apapun dari pada-Nya." Yohanes 18:38b. "Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." Matius 26:28." …dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan." Ibrani 9:22
Bagi mereka yang mau mempelajari pengorbanan Yesus Kristus, dengan hati yang jujur dan pikiran yang sehat, tidak akan sulit mengerti maksud dan tujuan Allah untuk keselamatan manusia, oleh kematian Yesus. Jika Kristus hanya manusia biasa atau seandainya Kristus hanya malaikat saja, maka kematian-Nya tidak akan dapat mengampuni dosa manusia atau memberikan jalan keselamatan bagi jiwa. Yesus Kristus adalah pengharapan dan keselamatan kita.
Karena itu Nabi Yesaya mengutip ucapan Yesus, "Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi." Yesaya 45:22.

0 komentar:

Posting Komentar